PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret dua aparatur sipil negara (ASN) di Puskesmas Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, terus mencuat dan menyita perhatian publik.
Meski kabar tersebut telah lama beredar, manajemen puskesmas menegaskan belum menemukan bukti yang dapat menguatkan isu tersebut.
Kepala Puskesmas Waru, Hegi Darmawan, menanggapi kabar itu dengan nada santai. Ia membantah adanya hubungan terlarang antara ASN berinisial Y, Kepala Unit Gawat Darurat (UGD), dan H, seorang bidan.
“Ini hanya kabar yang tidak bisa dibuktikan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Hegi saat dikonfirmasi Kliktimes, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Hegi, hingga kini tidak ada laporan resmi yang masuk, baik dari internal pegawai maupun dari pihak luar. Ia menilai informasi yang beredar lebih menyerupai isu liar yang berkembang dari mulut ke mulut.
“Kalau memang ada pelanggaran, tentu ada laporan atau bukti. Sampai sekarang tidak ada,” katanya.
Namun, sikap santai tersebut mendapat sorotan dari Faynani, Aktivis Pamekasan. Ia menilai bantahan Kapus sah secara administratif, tetapi perlu dibarengi kepekaan etis, mengingat isu tersebut telah menjadi konsumsi publik dan menyangkut integritas ASN.
“Pernyataan santai boleh saja, tapi ketika isu sudah menjadi perbincangan luas, pimpinan seharusnya proaktif memastikan iklim kerja tetap sehat dan profesional,” ujar Faynani.
Menurutnya, penekanan pada ketiadaan laporan formal memang sesuai prosedur. Namun, isu yang telah lama beredar di ruang publik tidak bisa sepenuhnya diabaikan hanya karena belum masuk ke ranah administratif.
“Dalam konteks pelayanan publik, persepsi masyarakat juga penting. Ketika isu berkembang luas, pimpinan perlu menyikapinya secara aktif agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan,” katanya.
Faynani menegaskan, menjaga integritas ASN tidak cukup dengan sikap pasif menunggu laporan.
“Perlu ada langkah internal yang tegas dan transparan agar profesionalisme tetap terjaga dan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan tidak tergerus,”tukasnya.
Kendati demikian, Faynani berkomitmen untuk terus mengawal dan membongkar dugaan amoral tersebut hingga terang benderang, agar memberikan efek jera sekaligus menjadi pembelajaran bagi seluruh ASN.
“Saya akan terus mengawal dugaan amoral ini hingga tuntas, demi menjaga integritas ASN dan kepercayaan publik,” tegasnya.













