PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Malam yang semestinya menjadi pesta justru berakhir sunyi. Di momen ulang tahun ke-10 Madura United, Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) menjadi saksi pil pahit yang harus ditelan tuan rumah. PSIM Yogyakarta datang sebagai tamu dan pulang dengan kemenangan telak 3-0.
Bermain di hadapan para pendukung setia Laskar Sape Kerrab, Sabtu (10/1/2026) malam, PSIM tampil tenang, rapi, dan efektif. Skor akhir mencerminkan dominasi tim tamu sekaligus menjadi noda di perayaan satu dekade Madura United.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga berjalan dengan tensi tinggi. Duel keras tersaji di berbagai sektor lapangan, diiringi atmosfer panas dari tribun. Wasit Rohaendi beberapa kali harus turun tangan untuk meredam emosi pemain yang terus memanas.
PSIM lebih mampu mengendalikan permainan. Penguasaan bola mereka mencapai 62 persen di paruh pertama, dengan aliran bola yang rapi dan terukur. Madura United berupaya mengimbangi, namun situasi berubah jelang turun minum setelah satu pelanggaran keras membuat tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain.
Memasuki babak kedua, Madura United sempat menghidupkan harapan. Balotelli yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menjebol gawang PSIM. Namun kegembiraan itu hanya sesaat. VAR menganulir gol tersebut karena posisi offside lebih dulu terjadi.
Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan. PSIM langsung meningkatkan intensitas serangan. Tekanan berbuah hasil ketika sepakan jarak jauh Ze Valente ditepis kiper Madura United. Bola muntah sempat mengenai mistar sebelum Fahreza Sudin menyundulnya masuk. PSIM unggul 1-0.
Tak berselang lama, PSIM kembali menambah gol. Ze Valente kembali berperan lewat sepak pojok akurat yang disambut tandukan kapten tim, Franco Ramos Mingo. Skor berubah menjadi 2-0, dan situasi semakin berat bagi tuan rumah.
PSIM belum mengendurkan serangan. Ze Valente kembali mencatatkan assist setelah umpannya diselesaikan Fahreza Sudin untuk gol keduanya di laga ini. Keunggulan PSIM melebar menjadi 3-0.
Unggul jauh membuat PSIM menurunkan tempo permainan. Namun laga masih diwarnai drama. Ramos Mingo harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai menerima kartu kuning kedua, membuat kedua tim kembali bermain dengan jumlah pemain seimbang.
Alih-alih bangkit, Madura United justru kembali diterpa nasib buruk di menit-menit akhir. Kiper Miswar Saputra diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran di luar kotak penalti. Tanpa opsi pergantian, gelandang Kerim Palic terpaksa mengisi posisi penjaga gawang hingga laga berakhir.
PSIM gagal menambah gol di sisa waktu, namun kemenangan 3-0 sudah cukup untuk memastikan malam pahit bagi Madura United di hari jadinya.
Hasil ini membawa PSIM Yogyakarta naik ke peringkat keenam klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 30 poin dari 17 pertandingan. Sementara Madura United tertahan di posisi ke-13 dengan 17 poin, hasil yang jelas jauh dari harapan di momen ulang tahun klub.













