BeritaPendidikan

Festival Saebu Topeng 2025 di Sumenep Jadi Teka-Teki, Aktivis Pertanyakan Transparansi

61
×

Festival Saebu Topeng 2025 di Sumenep Jadi Teka-Teki, Aktivis Pertanyakan Transparansi

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Festival Saebu Topeng Sumenep, salah satu ikon budaya yang selalu dinanti, kini menyimpan “misteri” di balik anggaran dan realisasinya.

Meski tercatat rapi dalam Calendar of Event Kabupaten Sumenep Tahun 2025, keberadaan festival yang dijadwalkan 30 November 2025 ini masih menyisakan tanda tanya.

Apalagi, dugaan menunjukkan tidak adanya dokumentasi berupa foto, laporan kegiatan  maupun dokumen resmi lain yang dapat menjadi bukti sah pelaksanaan festival tersebut. Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan serius mengenai transparansi anggaran serta realisasi kegiatan budaya.

Dugaan ini diperkuat berdasarkan pantauan Pewarta Kliktimes pada akun resmi Disbudporapar Kabupaten Sumenep, yang mengindikasikan belum adanya pagelaran khusus yang mengusung Festival Saebu Topeng sepanjang 2025.

Menurut Faynani, aktivis Bumi Sumekar, ketidakjelasan ini memperkuat keraguan publik. Meskipun festival tercatat dalam kalender resmi Kabupaten Sumenep, sejauh ini tidak ada jejak nyata, baik foto, laporan kegiatan, maupun dokumen lain yang bisa memastikan festival benar-benar digelar.

“Di satu sisi, festival tercatat rapi di kalender, tapi di sisi lain tidak ada bukti nyata atau dokumentasi kegiatan yang bisa diverifikasi. Publik butuh transparansi, bukan sekadar catatan administratif,” ujar Faynani.

Kejanggalan semakin terasa saat menelisik angka-angka di balik layar. Dokumen anggaran mencatat Rp110 juta dialokasikan untuk pembuatan topeng, sementara biaya penyelenggaraan festival disebut-sebut sekitar Rp100 juta, angka yang dinilai fantastis untuk sebuah event tradisi lokal.

“Ini bukan angka kecil untuk sebuah festival budaya. Harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” tambah Faynani.

Fenomena ini pun menimbulkan sorotan publik, yang menilai transparansi anggaran serta realisasi kegiatan budaya di Kabupaten Sumenep masih jauh dari kata ideal.

“Festival seharusnya menjadi kebanggaan daerah, bukan sekadar topeng di kalender pemerintah,” tegas Faynani.

Kendati demikian, Faynani menegaskan komitmennya untuk terus menelusuri dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan Festival Saebu Topeng ini.

“Kami akan terus menelusuri dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan Festival Saebu Topeng, yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya di publik,”tukasnya.

Hingga kini, konfirmasi Pewarta Kliktimes kepada Zaini, Kabid Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, pada Kamis (8/1/2026) pukul 13.45 WIB, belum berbalas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *