Berita

Warga Desa Ketawang Laok Masih Patungan, Pemuda Pertanyakan Pemanfaatan Dana Desa Rp 849,75 Juta

994
×

Warga Desa Ketawang Laok Masih Patungan, Pemuda Pertanyakan Pemanfaatan Dana Desa Rp 849,75 Juta

Sebarkan artikel ini
Dana Desa Ketawang Laok. Foto/ Kliktimes.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Perbaikan jalan di Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, hingga kini masih mengandalkan swadaya warga.

Padahal, Dana Desa (DD) Ketawang Laok tahun 2025 mencapai Rp 849.753.000, yang seharusnya bisa digunakan untuk infrastruktur dasar seperti jalan. Namun, manfaatnya bagi masyarakat belum tampak.

Zakinal Ulum, pemuda setempat, menyatakan kekecewaannya atas minimnya perhatian pemerintah desa terhadap kondisi jalan yang rusak parah. Menurutnya, semangat gotong royong warga patut diapresiasi, tetapi pemerintah desa seharusnya lebih proaktif, terutama dalam memanfaatkan Dana Desa.

“Dana Desa kita cukup besar, tapi sampai sekarang belum terasa dampaknya di jalan ini. Pemuda dan warga terpaksa bekerja sendiri demi akses yang layak,” ujar Ulum sapaan akrabnya, Senin (22/12/2025).

Kerusakan jalan yang telah lama terjadi memaksa warga Dusun Tabata menambal lubang dan meratakan permukaan jalan secara patungan. Aktivitas sehari-hari, mulai dari anak sekolah hingga petani yang mengangkut hasil panen, kerap terganggu terutama saat musim hujan.

“Yang penting jalan bisa dilalui dulu. Kalau menunggu bantuan, entah sampai kapan. Kami akhirnya sepakat patungan. Meski tidak sempurna, setidaknya ada perubahan,” kata Ulum, mewakili semangat pemuda desa yang terlibat langsung dalam pengerjaan.

Ulum menekankan, perbaikan swadaya hanya bersifat sementara. Ia mempertanyakan bagaimana DD Ketawang Laok digunakan dan meminta pemerintah desa segera mengambil langkah konkret agar perbaikan permanen bisa dilakukan.

“Pemuda desa ingin tahu, bagaimana penggunaan DD yang mencapai ratusan juta ini. Jangan sampai warga terus bergantung pada gotong royong sendiri sementara anggaran tersedia,” tegasnya.

Hingga kini, proses perbaikan jalan di Dusun Tabata masih berlangsung secara bertahap. Warga, khususnya pemuda desa, berharap pemerintah desa lebih peka terhadap kebutuhan infrastruktur yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat serta agar pemanfaatan Dana Desa berjalan lebih transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *