BeritaDaerah

Warga Patungan Perbaiki Jalan, Pernyataan Kades Ketawang Laok Picu Polemik Identitas Warga

151
×

Warga Patungan Perbaiki Jalan, Pernyataan Kades Ketawang Laok Picu Polemik Identitas Warga

Sebarkan artikel ini
Warga Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya tanpa dukungan alat maupun anggaran dari pemerintah desa. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Perbaikan jalan secara swadaya yang dilakukan warga Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, justru memantik polemik baru.

Sorotan kini mengarah pada pernyataan Kepala Desa Ketawang Laok, Khosnol Hotimah, yang menyebut sosok pengkritik kegiatan patungan tersebut bukan bagian dari warganya.

Pernyataan itu mencuat saat Khosnol Hotimah menanggapi isu perbaikan jalan yang dilakukan secara gotong royong oleh warga. Ia menegaskan bahwa Zakinal Ulum, pihak yang vokal menyuarakan persoalan tersebut, bukan warga Desa Ketawang Laok.

“Zakinal Ulum bukan warga Ketawang Laok. Dan dia tidak pernah ikut musdes,” ujar Khosnol Hotimah kepada Klik Times, Rabu (17/12/2025).

Tak berhenti di situ, Kades Ketawang Laok juga meminta agar informasi dari pihak luar sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pemerintah desa agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

“Alangkah baiknya kalau ada info-info dari luar dikonfirmasi dulu ke pihak terkait atau ke Pemdes Ketawang Laok, biar ada keabsahan informasi. Saya tidak tahu apa kepentingan Zakinal Ulum terhadap desa kami. Setelah dicari info, warga Tabata tidak ada yang tahu dan dia juga tidak ikut gotong royong,” jelasnya.

Dalam komunikasi melalui sambungan WhatsApp dengan pewarta, Khosnol Hotimah bahkan berulang kali menegaskan bahwa Zakinal Ulum bukan warga asli Desa Ketawang Laok.

“Zakinal Ulum bukan asli orang Ketawang Laok,” ungkapnya.

Namun klaim tersebut dibantah langsung oleh Zakinal Ulum. Saat dikonfirmasi, ia memastikan dirinya merupakan warga asli Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok.

“Iya, Kak. Saya orang asli Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok,” ungkap Ulum, Kamis (18/12/2025).

Untuk menguatkan pernyataannya, Ulum bahkan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada pewarta sebagai bukti identitasnya.

Atas pernyataan kepala desa tersebut, Zakinal Ulum mengaku heran sekaligus menyayangkan sikap Kades Ketawang Laok yang dinilainya tidak mengenali warganya sendiri.

“Ini kan aneh. Kades menyatakan tidak tahu terhadap warganya yang memang asli Ketawang Laok,” ujarnya.

Lebih jauh, Ulum menilai persoalan ini tidak sekadar soal kekeliruan data atau miskomunikasi. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan jarak antara pemimpin desa dengan realitas warganya di lapangan.

“Seorang kepala desa semestinya menjadi pihak pertama yang mengetahui dan merespons persoalan warganya, bukan justru terlihat jauh dari realitas di lapangan,” katanya.

Meski demikian, Ulum berharap polemik ini tidak mengaburkan persoalan utama yakni kerusakan jalan yang hingga kini diperbaiki secara swadaya oleh warga.

“Jangan sampai Kades Ketawang Laok juga lupa terhadap kerusakan jalan di wilayahnya, khususnya di Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *