BeritaDaerah

Detikzone dan Aktivis Sumenep Galang Dana Bangun Ulang Musola Al-Ikhlas yang Ambruk di Manding

57
×

Detikzone dan Aktivis Sumenep Galang Dana Bangun Ulang Musola Al-Ikhlas yang Ambruk di Manding

Sebarkan artikel ini
Proses pembangunan ulang Musola Al-Ikhlas di Dusun Cekkor yang didukung melalui galang dana Detikzone dan aktivis Sumenep. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Kepedulian sosial kembali menjadi napas gerakan kemanusiaan Detikzone. Setelah sebelumnya merampungkan pembangunan musola umum di Asta Bong Dungkek dan pembelian ambulans umat, media yang dikenal aktif dalam aksi kemanusiaan itu kembali turun tangan pada Jumat (21/11/2025).

Kali ini, Detikzone menggandeng Aktivis Pemuda Reformasi Sumenep dan Jurnalis Sumenep Independen (JSI) untuk menggalang dana pembangunan ulang Musola Al-Ikhlas di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding. Musola tersebut ambruk beberapa hari lalu dan langsung menyita perhatian masyarakat.

Musola Al-Ikhlas selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan warga, seperti salat berjamaah, pengajian, hingga aktivitas sosial. Robohnya bangunan membuat aktivitas ibadah terhenti dan meninggalkan duka bagi warga yang bergantung pada fasilitas tersebut.

Gerakan galang dana yang digagas Detikzone dan para aktivis mendapat respons cepat dari masyarakat. Pembangunan darurat bahkan sudah dimulai, dengan progres fisik mencapai sekitar 20 persen. Kerangka utama bangunan mulai berdiri, menjadi tanda awal kebangkitan kembali fasilitas keagamaan yang sangat dirindukan warga.

Tak hanya mengajak publik berdonasi, para aktivis juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya merawat fasilitas ibadah. Mereka menekankan bahwa musola bukan sekadar tempat melaksanakan salat, tetapi juga ruang kebersamaan dan pusat penguatan sosial warga.

Pimpinan Redaksi Detikzone, Igusty Madani, berharap semakin banyak pihak yang tergerak membantu pembangunan ulang musola tersebut.

“Tempat ibadah adalah fasilitas vital bagi masyarakat. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, sangat berarti untuk mendukung kelancaran kegiatan keagamaan warga,” ujarnya.

Igusty juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah memberikan dukungan, baik berupa dana, tenaga, maupun doa.

“Terima kasih kepada semua pihak. Semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan, mendatangkan keberkahan, dan bermanfaat bagi masyarakat Dusun Cekkor. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan rezeki yang berkah kepada seluruh dermawan,” tambahnya.

Sementara itu, Aktivis Pemuda Reformasi Sumenep, Ibnu Hajar, menegaskan bahwa musola ini memiliki nilai lebih dari sekadar fungsi ibadah.

“Musola ini simbol kebersamaan warga. Kami mengajak masyarakat, pemerintah, hingga para pengusaha untuk bergotong royong membantu pembangunannya agar warga dapat kembali beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *