BeritaDaerah

Eksplorasi Migas Dihentikan, Ribuan Warga Kangean Gelar Doa Bersama

69
×

Eksplorasi Migas Dihentikan, Ribuan Warga Kangean Gelar Doa Bersama

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Kepulauan Kangean gelar doa bersama sebagai wujud syukur atas dihentikannya eksplorasi migas oleh PT KEI. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Masyarakat Kepulauan Kangean menggelar doa bersama bertajuk “Menjaga Tanah Leluhur Pulau Kangean” di Alun-alun Kecamatan Arjasa sebagai bentuk ungkapan syukur atas dihentikannya aktivitas eksplorasi migas PT Kangean Energy Indonesia (KEI).

Doa bersama yang digelar pada (20/11/ 2025) ini menjadi penanda kekompakan warga setelah empat bulan menolak rencana eksplorasi yang dinilai mengancam ruang hidup mereka.

Acara doa bersama itu turut dihadiri Lora Ainul Yaqin, putra R. KH Kholil As’ad Syamsul Arifin, Habib Bahar Al-Hindun, Kiai Mahbub Sabil, para kiai lainnya, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Gelaran ini juga merupakan kolaborasi dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas, termasuk Ampk2, Iksass Kangean, PAC GP Ansor Arjasa, P3KM, Igeslim 4444, Kangeanisia, Pao Campa Institute, dan Forum Kepulauan Kangean Bersatu.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Kepulauan Kangean, Miftahul Anam, menyebut keputusan penghentian eksplorasi tersebut tidak lepas dari konsistensi perjuangan warga.

Ia menegaskan bahwa aksi-aksi penolakan yang dilakukan masyarakat, termasuk demonstrasi laut oleh para nelayan untuk mengusir kapal survei seismik milik PT KEI dari perairan selatan Kangean, menjadi faktor penentu sikap perusahaan.

“Pengukuhan kemenangan ini merupakan pengejawantahan sikap seluruh elemen masyarakat. Kekuatan bersama inilah yang membuat rencana tambang migas berhasil kita hentikan,” ujar Anam.

Meski demikian, Anam menekankan bahwa keberhasilan tersebut bukan titik akhir. Aliansi dan warga tetap berkomitmen melanjutkan advokasi hingga tingkat pusat guna memastikan tidak ada lagi upaya eksplorasi migas yang diarahkan ke Kepulauan Kangean.

“Tema kami adalah Merawat Tanah Leluhur. Ini bukan akhir perjuangan, tetapi momentum memperkokoh persatuan gerakan masyarakat. Kami akan terus waspada apabila perusahaan mencoba kembali masuk ke Kangean,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *