BeritaDaerahNasional

Menu MBG di SPPG Guluk-Guluk Beragam Tiap Hari, Pemenuhan Gizi dan Efektivitas Anggaran Jadi Sorotan

434
×

Menu MBG di SPPG Guluk-Guluk Beragam Tiap Hari, Pemenuhan Gizi dan Efektivitas Anggaran Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Menu MBG yang telah terdistribusikan ke sejumlah lembaga di bawah koordinasi SPPG Guluk-Guluk. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bawah koordinasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep mencuri perhatian publik.

Program nasional yang digagas Presiden Prabowo itu bertujuan memastikan seluruh anak sekolah mendapat asupan gizi yang layak dan seimbang. Namun sejumlah laporan di lapangan menampilkan adanya perubahan komposisi menu dari hari ke hari, sehingga memantik bahan diskusi di kalangan guru dan warga.

Berdasarkan beberapa laporan hidangan yang diterima pewarta Klik Times, menu awal dari dapur SPPG Guluk-Guluk terbilang lengkap. Paket berisi nasi putih, sayur campur, ayam goreng, telur dadar, dan susu kemasan kecil. Pada hari berikutnya, paket berubah menjadi nasi kuning, semangka, telur dadar, bihun goreng, dan rempeyek.

Per Selasa (18/11/2025), seorang guru berinisial A melaporkan menu yang menurutnya tampak lebih sederhana, terdiri dari nasi putih, tempe orek, telur goreng, pisang, serta sedikit lalapan mentah.

Sementara itu, laporan hari ini, Kamis (20/11/2025) dari seorang guru yang enggan disebutkan namanya di salah satu lembaga pendidikan di Bragung menyebutkan siswa menerima paket berisi nasi putih, bihun sayur, telur bumbu merah, jeruk, dan tempe goreng.

Menu MBG yang telah terdistribusikan dari SPPG Guluk-Guluk, kemarin dan hari ini. Foto Klik Times

Guru A menilai perubahan menu tersebut sebagai sinyal yang perlu mendapat perhatian. Namun ia juga menekankan bahwa variasi menu tidak serta-merta berarti ketidakkonsistenan. Menurutnya, SPPG tetap wajib memastikan setiap perubahan menu mengacu pada standar gizi dan tetap sejalan dengan besaran anggaran per siswa.

“Setiap paket harus melalui kontrol ahli gizi. Menu boleh berbeda-beda, tetapi standar gizi harus tetap dipenuhi,” ujarnya kepada Klik Times, Kamis (20/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa selama variasi menu masih mengandung komponen karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah, maka perubahan bentuk sajian adalah hal yang wajar selama tetap dalam batas kualitas yang layak.

Namun demikian, A tetap mengingatkan agar SPPG lebih transparan dalam memastikan bahwa alokasi anggaran sekitar Rp15 ribu per siswa tersampaikan secara utuh dalam bentuk bahan pangan yang berkualitas.

“Dengan nilai anggaran itu, menu seharusnya bisa stabil dalam kualitas gizi, meski tampilannya berbeda setiap hari. Yang penting tidak ada pengurangan komponen yang menjadi hak siswa,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar pengawasan terhadap dapur, bahan pangan, dan penyajian ditingkatkan untuk menjaga keamanan serta kesehatan anak sekolah.

“Kita bicara soal masa depan generasi. Jangan sampai ada risiko atau menu yang tidak sesuai standar,” tambahnya.

Lebih lanjut Guru A berharap, SPPG Guluk-Guluk dapat memperbaiki pengelolaan dan memperketat pemantauan ahli gizi dalam penyusunan menu harian.

“Variasi menu itu baik, tetapi harus tetap terukur. Keseimbangan gizi dan pemanfaatan anggaran harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Klik Times akan terus memantau pelaksanaan MBG di Guluk-Guluk guna memastikan program nasional tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat maksimal bagi para siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *