BeritaDaerahNasional

Viral Video Kades Sumenep Joget dan Sawer Biduan, Publik Soroti Etika dan Sumber Dana Study Tour IKN

363
×

Viral Video Kades Sumenep Joget dan Sawer Biduan, Publik Soroti Etika dan Sumber Dana Study Tour IKN

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan sejumlah kepala desa Sumenep tengah berjoget dan menyawer biduan di sebuah kafe usai kegiatan ke IKN. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Sebuah video berdurasi 3 menit 38 detik yang memperlihatkan sejumlah kepala desa di Kabupaten Sumenep berjoget dan menyawer biduan mendadak viral di media sosial dan grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, tampak Penasehat PKDI Sumenep, Miskun Legiono, bersama beberapa kepala desa lain menikmati malam di sebuah kafe dengan suasana menyerupai gala dinner. Mereka tampak asyik berjoget diiringi lagu “Ikan Dalam Kolam” yang dibawakan seorang biduan.

Video itu disebut diambil setelah kegiatan study tour kepala desa se-Kabupaten Sumenep ke Ibu Kota Nusantara (IKN) selesai digelar. Meski kegiatan tersebut diklaim menggunakan dana pribadi hasil iuran Rp10 juta per kepala desa, publik menilai perilaku yang terekam dalam video tersebut tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.

“Boleh saja itu uang pribadi, tapi apakah pantas seorang kepala desa berjoget dan menyawer di depan umum pasca kegiatan resmi?” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya kepada Klik Times, Sabtu (8/11/2025).

Aksi itu memicu kritik tajam. Banyak pihak menilai, perilaku tersebut mencerminkan rendahnya moralitas dan rasa tanggung jawab sosial dari para pemimpin desa yang semestinya menjadi teladan di tengah masyarakat.

Lebih jauh, publik juga mulai mempertanyakan kejelasan sumber dana kegiatan tersebut. Pasalnya, sulit memastikan apakah seluruh biaya benar-benar berasal dari dana pribadi, atau ada potensi penggunaan dana publik yang disamarkan.

“Kalau mereka bisa iuran Rp10 juta dan masih ada uang buat pesta, wajar publik curiga. Jangan-jangan ada alokasi lain yang diselewengkan di balik narasi ‘iuran sukarela’,” kata salah satu warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua APMS, Dedy Wahyudi, turut angkat bicara. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan dan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh rangkaian kegiatan study tour tersebut, termasuk pembiayaan yang terjadi di luar agenda resmi.

“APH jangan menunggu laporan. Ini soal transparansi dan integritas pejabat publik. Audit harus dilakukan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran desa,” tegasnya.

Menurutnya, langkah audit tidak hanya penting untuk memastikan legalitas penggunaan dana, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa. Ia menilai, publik kini mulai melihat kegiatan study tour itu bukan sebagai pelatihan peningkatan kapasitas, melainkan pesta elitis yang jauh dari semangat pengabdian.

Gelombang kritik pun terus bergulir. Banyak masyarakat menilai bahwa tindakan tersebut memperburuk citra kepala desa, terlebih di tengah sorotan tajam terhadap pengelolaan dana desa di berbagai wilayah.

“Kalau tidak ada keterbukaan, wajar masyarakat menilai para kades ini mempermainkan kepercayaan publik. Ini soal tanggung jawab moral,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, Ubaid Abdul Hayat, saat dikonfirmasi Klik Times pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 11.51 WIB menjelaskan bahwa kegiatan yang terekam dalam video viral tersebut bukan bagian dari agenda resmi kunjungan para kepala desa ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kegiatan itu di luar agenda kunjungan kami. Itu acara saat makan malam di Rumah Makan Kampung Pesisir, Kota Balikpapan,” ujar Ubaid singkat.

Namun, ketika pewarta mencoba menanyakan lebih lanjut mengenai tanggapan atas sorotan publik terhadap video yang beredar luas yang bahkan diklaim sebagai bagian dari agenda kunjungan ke IKN, pria yang akrab disapa Haji Obet itu memilih bungkam dan enggan memberikan komentar tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *