BeritaDaerah

Edukasi Lingkungan: Mahasiswa KKN Posko 33 Desa Dungkek Gelar Program 10 Hari Tanpa Sampah

59
×

Edukasi Lingkungan: Mahasiswa KKN Posko 33 Desa Dungkek Gelar Program 10 Hari Tanpa Sampah

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Posko 33 Desa Dungkek bersama siswa SDN Dungkek 3 dalam Program 10 Hari Tanpa Sampah. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 33 Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, melaksanakan program unggulan bertajuk 10 Hari Tanpa Sampah di SDN Dungkek 3, Jumat (12/9/2025).

Program ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus sarana edukasi dini bagi siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengantisipasi persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi isu krusial di Indonesia,” ujar Ketua KKN Posko 33 Safira Fauziya.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, di antaranya pelatihan memilah sampah organik dan non-organik, gerakan pengurangan plastik sekali pakai, hingga pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas. Para siswa juga diperkenalkan pada konsep bahwa sampah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis.

Kepala SDN Dungkek 3, Lanjari, menyambut positif program ini. Ia menilai, kegiatan tersebut membantu menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada siswa.

“Dengan adanya program ini, anak-anak bisa belajar bahwa sampah tidak hanya limbah, melainkan bisa diubah menjadi barang bernilai guna. Harapannya, jumlah sampah yang menumpuk dapat berkurang,” ujarnya.

Mahasiswa KKN berharap program ini tidak berhenti setelah sepuluh hari pelaksanaan, tetapi bisa dilanjutkan menjadi kegiatan berkelanjutan di sekolah. Dengan begitu, SDN Dungkek 3 dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat sekitar dalam menerapkan pola hidup bersih dan peduli lingkungan.

Program 10 Hari Tanpa Sampah ini sekaligus menunjukkan sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat. Kegiatan di Desa Dungkek diharapkan mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menggalakkan gerakan serupa, sehingga budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan berkembang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *